
ASESMEN (assessment) merupakan suatu bentuk kegiatan pengumpulan dan perumusan informasi mengenai masalah yang menyangkut psikis (jiwa) anak yang akan dipergunakan sebagai dasar atau pedoman bagi keputusan dan solusi dari masalah yang dihadapi anak, baik perkembangan dalam berbagai tugas perkembangan maupun perkembangan dibidang akademik.
TUJUAN UTAMA dilakukannya asesmen adalah untuk menggali dan mengumpulkan informasi sedetail mungkin seputar persoalan yang dihadapi demi mengetahui inti dari persoalan dan mendapatkan solusi yang tepat dan sesuai.
TUJUAN KHUSUS dilakukannya asesmen, diantaranya:
Agar tujuan asesmen tercapai dengan baik, biasanya psikolog memusatkan perhatiannya pada beberapa hal berikut:
ASESMEN PSIKOLOG
Pada tahap akhir asesmen, psikolog akan membuat laporan hasil dari asesmen yang meliputi:
ASESMEN PROGRAM PENDEKATAN DAN LATIHAN
Asesmen Program Pendekatan dan Latihan dimaksudkan untuk menentukan program paling tepat untuk masing-masing jenis intervensi (pendekatan dan latihan) bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
TUJUAN UTAMA dilakukannya asesmen adalah untuk menggali dan mengumpulkan informasi sedetail mungkin seputar persoalan yang dihadapi demi mengetahui inti dari persoalan dan mendapatkan solusi yang tepat dan sesuai.
TUJUAN KHUSUS dilakukannya asesmen, diantaranya:
- Untuk orientasi persoalan. Maksudnya, agar dapat mengenali dan memahami persoalan yang sedang dialami anak.
- Untuk identifikasi persoalan. Maksudnya, agar dapat menyelidiki persoalan yang dialami anak tersebut lebih mendalam dan lebih mendetail lagi demi mendapatkan inti dari persoalan tersebut.
- Untuk memikirkan dan mencarikan solusi. Maksudnya, proses asesmen dilakukan agar bisa membantu memunculkan ide atau cara penyelesaian (solusi) dari persoalan yang ada.
- Untuk memilih metode penyelesaian yang tepat. Maksudnya, agar dapat mempertimbangkan dan memililih metode penyelesaian atau solusi yang tepat dari semua metode penyelesaian yang bisa dilakukan.
- Untuk verifikasi. Maksudnya, untuk mengetahui apakah terapi yang dilakukan sudah berjalan efektif atau tidak, apakah terapi tersebut sudah mengurangi persoalan atau belum.
- Untuk mengembangkan cara respon. Maksudnya, agar dapat mengembangkan cara respon anak dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya, baik secara verbal maupun non verbal.
- Untuk melatih anak berpikir. Maksudnya, agar anak terbiasa dan bisa memikirkan cara memecahkan persoalan yang dihadapinya di masa yang akan datang.
- Untuk membentuk kemandirian. Maksudnya, agar anak bisa menjadi individu yang mandiri dalam mengatasi persoalan yang dihadapinya, mandiri dalam artian lebih bijak dalam berpikir tanpa perlu saran dan masukan dari orang lain.
- Untuk melatih mengemukakan pendapat. Maksudnya, agar anak bisa terlatih untuk mengungkapkan apa yang dirasakan dan dipikirkannya kepada orang yang diinginkannya.
- Untuk membentuk individu yang terbuka. Maksudnya, agar anak bisa lebih membuka diri kepada orang lain.
- Untuk menumbuhkan rasa kerjasama yang baik dalam diri. Maksudnya, agar anak ke depannya bisa bekerjasama dengan baik dalam memecahkan persoalan yang dihadapinya bersama orang lain.
- Untuk melatih menjadi konsekuen. Maksudnya, agar anak dapat terbiasa melaksanakan apa yang sudah diputuskannya secara konsekuen.
Agar tujuan asesmen tercapai dengan baik, biasanya psikolog memusatkan perhatiannya pada beberapa hal berikut:
- Disfungsi psikologis anak. Memperhatikan kekurangan atau abnormalitas anak dalam hal pikiran, emosi, dan tindakannya.
- Kekuatan anak. Memperhatikan kekuatan anak dalam hal kemampuan, sensitivitas, dan keterampilan yang dijadikan sebagai target evaluasi.
- Kepribadian anak. Memperhatikan kepribadian anak dengan cara observasi, tes, dan wawancara (interview).
- Pengaruh lingkungan sosial anak. Memperhatikan pengaruh lingkungan sosial anak terhadap perasaan, pikiran, dan tingkah laku anak.
ASESMEN PSIKOLOG
Pada tahap akhir asesmen, psikolog akan membuat laporan hasil dari asesmen yang meliputi:
- Data identitas. Berisikan nama, umur, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor telepon, tanggal assessmen, tempat pemeriksaan, dan nama pemeriksa.
- Permintaan referal. Berisikan tentang alasan dilakukannya asesmen, apa tujuannya, dan lain-lain.
- Sejarah sosial dan konteks. Ini berisikan tentang informasi mengenai latar belakang anak yang menyangkut keluarga, lingkungan, kesehatan, pekerjaan, dan lain-lain.
- Observasi. Berisikan tentang observasi perilaku, fisik, serta psikis secara verbal dan nonverbal, status physicus dan psychicus.
- Pengadministrasian tes. Yang berisikan daftar semua tes yang sudah disiapkan pemeriksa.
- Hasil tes. Ini berisikan tentang hasil tes mengenai karakteristik perilaku, relasi interpersonal, konsep diri, gaya hidup, dan lain-lain.
- Simpulan. Berisikan tentang formulasi diagnostik, keterangan konflik anak, rekomendasi treatment, gaya penanganan masalah, dan lain-lain.
- Prognosis. Berisikan dugaan tentang seberapa jauh kemungkinan anak bisa sembuh berdasarkan atau dilihat dari hasil pemeriksaan.
- Rangkuman. Ini berisikan daftar kunci dan pokok-pokok laporan.
ASESMEN PROGRAM PENDEKATAN DAN LATIHAN
Asesmen Program Pendekatan dan Latihan dimaksudkan untuk menentukan program paling tepat untuk masing-masing jenis intervensi (pendekatan dan latihan) bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

